Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Stunting Pada Ibu PKK di Desa Tegalmulyo

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, hal ini disebabkan karena masih tingginya permasalahan stunting di Indonesia dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) provinsi, tercatat sebanyak 2.138.554 balita sudah diukur, atau 99,98% dari total sasaran sebanyak 2.139.086 balita.

Menurut WHO (World Health Organization) 2015, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Selanjutnya menurut WHO (World Health Organization) 2020, stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang / tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO (World Health Organization)  yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak kuat dan atau infeksi berulang atau kronis yang terjadi dalam 1000 HPK.

Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiwa ini adalah memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu PKK terkait cara pencegahan stunting. Tingginya angka stunting, karena kurang pahamnya pengetahuan ibu-ibu muda mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh mengenai pola makan bagi ibu maupun anak kekurangan gizi ini bisa terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan, saat masa tumbuh kembang, atau setelahnya itu salah satu pengaruh kasus stunting, pola asuh perilaku dan praktik pemberian makanan kepada anak, juga dapat menjadi penyebab stunting, serta perbaikan sanitasi dengan penggunaan air sumur yang tidak bersih untuk memasak atau minum, serta kurangnya ketersediaan kakus, dapat meningkatkan risiko anak mengalami diare dan infeksi cacing usus. Diare berulang pada anak-anak di bawah usia 2 tahun bisa mengganggu pertumbuhan anak hingga mengalami stunting.

Kontributor: Iva Fitria Detira

4 thoughts on “Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Stunting Pada Ibu PKK di Desa Tegalmulyo”

  1. Selain fokus pada pola makan dan sanitasi, apakah penyuluhan juga mencakup pentingnya edukasi tentang pemeriksaan kehamilan rutin dan pemberian ASI eksklusif sejak 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) sebagai upaya pencegahan stunting dari hulu?

Leave a Reply to admin Cancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *