LKP Protean Hadiri Syawalan dan Rakor DPC HIPKI Bantul

Bantul, 7 April 2026 – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Protean menghadiri kegiatan Syawalan dan Rapat Koordinasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI) Kabupaten Bantul yang digelar di Rumah Makan Pondok Bebakaran, Manding, Bantul.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 LKP se-Kabupaten Bantul dan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul beserta jajaran, termasuk Bidang Kurikulum dan Dapodik. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus koordinasi antarlebaga pelatihan dalam momentum pasca-Idul Fitri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua HIPKI Kabupaten Bantul serta Kepala Dikpora. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui ikrar syawalan yang menjadi simbol saling memaafkan.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi halal bihalal dan arahan dari Dikpora kepada seluruh LKP. Dalam arahannya, Dikpora menekankan pentingnya pengisian data pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Seluruh data lembaga menjadi acuan pemerintah dalam menentukan kebijakan dan kebutuhan LKP.

Disebutkan, dari total sekitar 60 LKP di Kabupaten Bantul, baru 43 lembaga yang telah mengisi data Dapodik. Oleh karena itu, Dikpora mengimbau lembaga yang belum melakukan pengisian agar segera melengkapinya. Selain itu, LKP yang telah memperoleh Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) diminta segera berkoordinasi dengan Dikpora untuk proses input data.

Di bidang kurikulum, Dikpora juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 akan dilakukan monitoring terhadap dokumen pembelajaran, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), silabus, dan perangkat lainnya. Kurikulum LKP diharapkan disusun dengan prinsip berorientasi pada keberlanjutan lembaga, termasuk aspek profitabilitas.

Lebih lanjut, penyusunan kurikulum diminta menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja atau dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Peserta didik tidak hanya dibekali keterampilan teknis (hard skill), tetapi juga keterampilan nonteknis (soft skill) sebagai penunjang kesiapan kerja.

Dikpora juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media digital dalam pemasaran produk atau layanan LKP. Selain itu, lembaga diingatkan untuk memastikan kesesuaian antara fasilitas yang dijanjikan dengan yang diterima peserta, guna menghindari laporan ketidaksesuaian kontrak.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, LKP Protean diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak serta berkontribusi dalam pengembangan pendidikan nonformal di Kabupaten Bantul.

Kolabolator: Siti Utami Dyah Hadiningsih & Assa Biqunal Awaal

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *