Protean Institute & Pendamping PKH Pleret Bersinergi untuk Penyuluhan Keluarga Sejahtera



Bantul, Yogyakarta, 5 Agustus 2025 — Protean Institute bersama pendamping masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) menjalin kolaborasi strategis dalam pelaksanaan penyuluhan berkelanjutan kepada warga Desa Wonokromo dan Segoroyoso, Kapanewon Pleret. Kolaborasi ini berangkat dari kebutuhan untuk memberikan pendampingan yang lebih kontekstual, sehingga bantuan sosial dapat benar-benar mendorong peningkatan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

PKH telah memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Namun, berbagai tantangan masih ditemukan, seperti pemanfaatan bantuan yang belum optimal. Peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga memerlukan sinergi pemerintah, masyarakat sipil, dan lembaga pendidikan dalam membangun kapasitas sumber daya manusia, khususnya pada keluarga rentan.

Dalam diskusi tersebut, para pendamping PKH berbagi pengalaman lapangan yang menjadi masukan berharga bagi perencanaan program. Hasilnya, disepakati pembentukan tim kerja gabungan antara Protean Institute dan PKH Kapanewon Pleret. Tim ini bertugas menyusun materi penyuluhan yang mencakup gizi seimbang, pencegahan stunting, dan pola asuh anak positif.

Penyuluhan ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat — dari sekadar menerima bantuan menjadi mampu merencanakan masa depan, dari sekadar bertahan menjadi berkembang. Literasi gizi, pola asuh yang tepat, dan kesadaran kesehatan menjadi kunci yang menjembatani bantuan finansial dengan peningkatan kesejahteraan multidimensi.

Banyak keluarga penerima PKH masih menghadapi keterbatasan pendidikan formal dan literasi dasar, termasuk literasi digital. Kondisi ini berkontribusi pada masalah sosial seperti tingginya angka stunting, pernikahan dini, dan penggunaan dana bantuan untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek, alih-alih investasi pendidikan anak.

Protean Institute hadir untuk memperkuat efektivitas program PKH melalui edukasi yang terstruktur. Penyuluhan tidak hanya mendorong kepatuhan pada syarat program, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya gizi seimbang, imunisasi, dan pengasuhan yang positif. Dengan pemahaman ini, bantuan PKH dapat benar-benar menjadi modal bagi pembangunan masa depan anak-anak.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu menumbuhkan keluarga yang lebih sejahtera, mandiri, dan menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ujar perwakilan Protean Institute.

Melalui intervensi penyuluhan yang berkelanjutan, bantuan finansial diharapkan dapat bertransformasi menjadi peningkatan human capital, sehingga keluarga penerima PKH tidak hanya keluar dari garis kemiskinan, tetapi juga mampu membangun masa depan yang cerah dan berkelanjutan.

Kontributor : Irman Laia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *