Beberapa tahun terakhir, bahkan hingga saat ini istilah mengenai growth mindset menjadi perbincangan yang cukup populer baik dari bidang pendidikan, dunia kerja, maupun pengembangan diri. Tidak sedikit juga para motivator yang memaparkan hal tersebut. Bahkan tidak sedikit pula buku-buku pengembangan diri yang selalu memunculkan istilah growth mindset. Carol S. Dweck adalah seorang psikolog yang memperkenalkan konsep growth mindset yang mengacu terhadap suatu keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan seseorang dapat menjadi berkembang jika dilalui dengan suatu usaha, pembelajaran, dan ketekunan.

Lalu apa sebenarnya itu growth mindset?
Mindset atau pola pikir merupakan cara untuk menilai dan memberikan kesimpulan terhadap suatu hal berdasarkan sudut pandang tertentu. Sedangkan menurut psikolog Carol S. Dweck menerangkan bahwa orang yang mempunyai pola pikir berkembang atau growth mindset pada dasarnya mereka mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan senantiasa berusaha untuk mencari peluang belajar, bahkan jika hal tersebut gagal. Mereka akan beranggapan bahwa kegagalan atau kesalahan yang terjadi sebagai cara mereka untuk belajar dan bertumbuh. Faktanya bahwa kemampuan sesorang tidak selalu menetap, namun akan meningkat dalam seiring waktu dan upaya yang dilakukan.
Growth mindset membentuk seseorang untuk memiliki kegigihan dalam mencapai sesuatu seperti hasrat, minat, dan harapan. Adapun ciri-ciri orang yang mempunyai growth mindset atau pemikiran bertumbuh yaitu: mempunyai keinginan meningkatkan kepandaian atau bakat yang dimiliki, menerima suatu tantangan untuk peningkatan kemampuannya, tetap berusaha dan berupaya keras dalam mengatasi berbagai rintangan, menganggap kritik sebagai peluang, melihat kesuksesan orang lain sebagai inspirasi. Selain growth mindset ada istilah fixed mindset atau pemikiran yang tetap. Mereka percaya bahwa kualitas-kualitas yang seseorang miliki sudah ditetapkan. Adapun ciri-cirinya yaitu: ingin membuktikan kepandaian atau bakat yang dimiliki, takut akan kegagalan sehingga menghindari tantangan, menghindari kerja keras, menganggap kritik pada dirinya adalah serangan, dan merasa terancam terhadap kesuksesan orang lain.
Jadi growth mindset mitos atau realitas?
Berdasarkan hal tersebut nampaknya growth mindset menjadi hal yang penting dalam kehidupan manusia terkhususnya dalam mencapai suatu harapan atau impian. Ketika seseorang mempunyai growth mindet ini akan menjadi motivasi untuk mencapai suatu hal. Bagi sebagian orang, growth mindset nampak seperti solusi universal untuk meningkatkan performa dan mengatasi suatu kegagalan. Namun, dalam hal ini bukan berati growth mindet membiarkan individu untuk terus berpikir positif tanpa disertai dengan segala upaya atau usaha yang dilakukan. Hal tersebut menjadi pola pikir yang salah dan akan menjadi kesalahpahaman dalam memaknai growth mindset yang sebenarnya. Keberhasilan dari growth mindset juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:
- Lingkungan keluarga dan pertemanan. Lingkungan pertama yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir adalah keluarga. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Jika masa kecil anak mempunyai lingkungan yang kurang harmonis, hal tersebut akan berpengaruh terhadap sikap kepada lingkungan sekitarnya seperti berperilaku kasar atau agresif. Hal tersebut dapat dibawa kemasa dewasa membentuk emosi yang tidak stabil dan mempunyai pola pikir yang tertutup.
- Pendidikan. Pada lingkungan pendidikan individu akan belajar berbagai hal yang akan berpengaruh terhadap pola pikir sehingga mempunyai pengambilan keputusan yang lebih bijak. Sehingga pendidikan menjadi salah satu sarana dan wadah untuk membentuk pola pikir dan growth mindset yang baik.
- Sistem kepercayaan atau keyakinan. Individu atau kelompok yang mempunyai kepercayaan pada ilmu pengetahuan dan lebih mengandalkan rasionalitas cenderung membuat keputusan berdasarkan fakta. Sebaliknya mereka yang mempunyai kepercayaan pada tradisi dan warisan nenek moyang lebih mengutamakan nilai dan norma yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.
- Teknologi atau media sosial. Media sosial tentu tidak asing bagi semua orang, karena sebagai sarana atau sumber utama memperoleh informasi dengan begitu pesat dan cepat. Sehingga, media sosial mempunyai pengaruh yang kuat dalam mempengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu isu dan topik. Berdasarkan hal tersebut, dalam menerima informasi di media sosial perlu kehati-hatian dan menelaahnya dengan baik sebelum mengambil keputusan dan memberikan opini terhadap sesuatu yang diterimanya.
Maka, perlu bagi kita untuk memilih lingkungan sosial yang positif agar dapat membangun pengaruh positif juga terhadap lingkungan sekitar. Jadi, apakah growth mindset adalah mitos atau realitas? Kesimpulannya dapat keduanya. Konsep dari growth mindset memiliki dasar ilmiah yang valid, namun untuk menunjukkan keberhasilan dari growth mindset sendiri sangat tergantung dari implementasi yang dilakukan. Growth mindset bukan solusi yang instan dari setiap masalah, melainkan sebagai sarana atau alat bagi individu berkembang jika hal ini diterapkan dengan tepat. Penting bagi kita sebagai masyarakat menerapkan growth mindset dalam kehidupan sehari-hari dan memahami bahwa membentuk perubahan pola pikir tentu memerlukan waktu, usaha, dan dukungan, bukan hanya sedekar slogan motivasi. Berdasarkan hal tersebut, dengan memahami dengan lebih dalam lagi growth mindset dapat menjadi salah satu kunci dalam upaya mencapai potensi diaspek kehidupan.
Sumber:
Fathurrohmah, F., Thalia, D., Oktavianie, A. S., Daffa, A., & Yadi, M. S. (2024). Pengaruh growth mindset terhadap perkembangan bangsa indonesia. Cendekia: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 2(7), 109–116.
Savitri, A. (2021). A Handbook For Self Awarness. Penerbit Briliant.
Sugara, G. S., Sulistiana, D., & Bariyyah, K. (2022). Model Pelatihan Growth Mindset Untuk Meningkatkan Kegigihan (Grit). JKI (Jurnal Konseling Indonesia), 8(1), 8–17. http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JKI
Kontributor: Nanik Suryati
