Protean Institute X Pendamping PKH Wonokromo Dorong Pola Asuh Positif untuk Cetak Generasi Berkualitas

Yogyakarta, Agustus – Protean Institute, lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, kembali menggelar program sosial berupa penyuluhan bagi masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas keluarga melalui penyuluhan pola asuh anak (parenting), dan berlangsung di Wonokromo, Pleret—wilayah dengan dinamika sosial ekonomi yang cukup kompleks. Program ini sejalan dengan misi Protean Institute untuk mendorong lahirnya keluarga yang berdaya, mandiri, dan siap melahirkan generasi penerus yang berkualitas. Sasaran utama kegiatan adalah para orang tua penerima manfaat PKH yang kerap menghadapi tantangan, baik dari sisi ekonomi maupun dalam pengasuhan anak. Melalui penyuluhan ini, para orang tua didorong untuk:

  • memiliki konsep diri positif,
  • menghindari kekerasan dalam pengasuhan,
  • mengambil keputusan bersama secara konsisten,
  • mengendalikan emosi,
  • serta membangun pola asuh penuh kasih sayang.

Hal ini penting, karena tekanan ekonomi seringkali tanpa disadari membuat orang tua bertindak kasar terhadap anak.

Materi penyuluhan disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab, sehingga orang tua mudah memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang tua mengungkapkan bahwa pola asuh di era digital menghadapi tantangan besar, terutama karena penggunaan gadget yang berlebihan oleh anak-anak. Anak yang terlalu sering bermain game atau media sosial cenderung mengalami perubahan perilaku, seperti pola tidur tidak teratur, kurang bersemangat membantu orang tua, hingga berkurangnya interaksi sosial. Kondisi ini sering memicu celah komunikasi dan konflik dalam keluarga. Karena itu, orang tua perlu mengembangkan strategi pengasuhan yang lebih adaptif dan seimbang.

Lebih jauh, kegiatan ini bukan sekadar berbagi pengetahuan, tetapi juga bentuk nyata pemberdayaan keluarga. Data dari Kementerian Sosial RI menyebutkan, salah satu tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan dan kesehatan, yang tentu membutuhkan dukungan pola asuh yang baik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua tentang pola asuh berpengaruh langsung terhadap cara mereka mendidik anak. Anak yang dibesarkan dengan pola asuh positif cenderung memiliki prestasi akademik lebih baik, keterampilan sosial lebih adaptif, dan risiko masalah perilaku yang rendah. Dalam jangka panjang, hal ini akan meningkatkan produktivitas, kesejahteraan, sekaligus memutus rantai kemiskinan.

Protean Institute menegaskan bahwa investasi dalam penyuluhan pola asuh adalah investasi pada masa depan bangsa. Pemberdayaan keluarga menjadi kunci untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

“Wujudkan Keluarga Sejahtera, Tangguh, dan Unggul untuk Indonesia Maju.”

Kontributor : Irman Laia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *