
Apakah kamu pernah merasa ketika sedang bangun dari tidur badan terasa berat? Secara mendasar badan kita seperti terkunci dan tidak bisa bergerak? Biasanya orang Jawa menyebutnya dengan istilah ketindihan, maksudnya adalah badan kita merasa ketindihan sesuatu yang berat sehingga tidak bisa bergerak, seolah terhimpit bongkahan batu besar yang menyebabkan kita seperti kehabisan napas. Kasus tersebut banyak disalah artikan oleh orang-orang temurun dari orang terdahulu, banyak yang berasumsi bahwa hal tersebut disebabkan oleh makhluk halus atau jin yang duduk di badan kita ketika sedang tidur. Faktanya, sudah ada penelitian yang dilakukan mengenai kondisi ini dan penjelasan secara logika, karena overlapan juga ada istilah medis yaitu sleep paralysis atau kelumpuhan tidur yang terjadi antara keadaan tidur dan terjaga. Sleep paralysis adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang sulit untuk bergerak atau berbicara pada saat masa transisi antara tidur dan bangun, juga munculnya halusinasi seperti mendengar atau melihat sesuatu. Umumnya, keadaan ini hanya berlangsung selama beberapa detik hingga menit yang tentu bisa dialami oleh semua orang dan bisa dialami selama berulang kali dalam seumur hidup.
Sleep paralysis terjadi ketika perjalanan menuju tidur tidak sempurna dalam melewati 2 tahapan yaitu tahap REM (Rapid Eye Movement) dan tahap NREM (Non-Rapid Eye Movement), pada tahap REM masa dimana individu memulai persiapan menuju tidur, pada tahap ini tubuh berada pada posisi lelap dan setengah sadar belum sepenuhnya pada tahap tidur yang sempurna. Setelah tahap REM terjadi, menuju tahap NREM dimana pada fase ini individu menuju tidur yang sempurna, mekanisme tubuh dan otak mengalami penurunan aktivitas hingga berhenti berkontraksi, penyebab ini jika tubuh dan otak tidak sejalan dapat membuat tubuh tidak bergerak saat tiba-tiba terbangun.
Penyebab terjadinya sindrom sleep paralysis seringkali berupa permasalahan dari psikologis seseorang seperti; gangguan mental berupa stres dan gangguan lainnya, dalam skala ringan berupa tidur tidak cukup dan pola tidur tidak nyaman, kebiasaan merokok dan konsumsi kafein secara berlebihan. Untuk mengatasi gangguan sleep paralysis, ada beberapa cara berikut:
- Pastikan untuk mengatur jam tidur yang nyaman dan beraturan agar tubuh tetap bugar.
- Kurangi konsumsi kafein secara berlebihan
- Pastikan pola makan yang benar
- Pola tidur yang nyaman
- Jika mengalami gangguan psikologis yang serius dan merasa tidak mampu menanganinya sendiri, sebaiknya segera berkonsultasi pada ahli.
Yang terakhir, jangan lupa membersihkan tempat tidur agar tetap bersih dan nyaman, hal ini tentu berpengaruh pada pola tidur yang nyaman yang dapat mencegah terjadinya gangguan tersebut.
Kontributor: Ajeng Fadhilatun Nafisah
Sumber
Resmisari, Ganis. Dkk. 2022. Visual Storytelling Dalam Mengenalkan Gangguan Sleep Paralysis melalui Picture Book Untuk Anak (Studi Kasus Buku “Berpetualang ke Dunia Tidur bersama Molly dan Peri Lunora). Reka makna: Jurnal Komunikasi Visual Institut Teknologi Nasional Bandung. No. 2, Volume 2, Hal. 83-92